Kamis, 17 Juli 2025

Belajar SRA (Security Risk Assesment) - Data Pribadi

 

📂 Asset: Data Pribadi

🛑 Issue: Penyalahgunaan Data Pribadi

KolomIsi
AssetData Pribadi
IssuePenyalahgunaan Data Pribadi
Pelaku AncamanInsider Threat, Outsider Threat
Root Cause1. Tidak ada kontrol ketat terhadap siapa yang boleh mengakses & untuk tujuan apa.
2. Kurangnya kebijakan yang jelas mengenai penggunaan data.
3. Tidak adanya audit periodik terhadap aktivitas akses & penggunaan data.
4. Lemahnya mekanisme NDA & pengawasan terhadap pihak ketiga.
WCGW (What Could Go Wrong)People: Data pribadi karyawan, customer, atau BOD digunakan untuk penipuan atau marketing tanpa izin.
Operation: Meningkatnya keluhan, tuntutan hukum, dan gangguan layanan akibat penyalahgunaan data.
Business Reputation: Hilangnya kepercayaan publik, reputasi perusahaan jatuh di mata stakeholder.
Risiko MelekatPossible — Major — High
Pengendalian Ancaman yang AdaMan:
1. Sosialisasi kebijakan perlindungan & penggunaan data pribadi kepada karyawan & vendor.
2. Penandatanganan NDA bagi semua pihak yang mengakses data pribadi.

Method:
1. Kebijakan pengelolaan & pembatasan penggunaan data hanya untuk keperluan yang sah.
2. Audit & review akses data secara berkala.
3. Persetujuan eksplisit dari pemilik data sebelum digunakan untuk tujuan tertentu.

Machine:
1. Implementasi role-based access control (RBAC) pada sistem data.
2. Logging & monitoring aktivitas akses & penggunaan data secara real-time.
Control Dokumen1. Kebijakan Perlindungan & Privasi Data
2. NDA untuk internal & vendor
3. SOP Audit & Review Akses Data
4. Laporan Audit Penggunaan Data
5. Dokumen Persetujuan Penggunaan Data
Risiko ResidualUnlikely — Moderate — Moderate
Kerawanan1. Tidak semua vendor sudah memiliki NDA yang aktif.
2. Audit penggunaan data belum dilakukan secara rutin.
3. Beberapa unit kerja masih menyimpan & menggunakan data untuk keperluan yang tidak tercatat.
Risiko yang DiharapkanRare — Minor — Low
Rencana Penanganan Risiko1. Penegakan kewajiban NDA untuk semua vendor & pihak internal yang terkait data.
2. Menetapkan jadwal rutin audit & review penggunaan data tiap semester.
3. Integrasi persetujuan eksplisit ke dalam sistem saat pengumpulan & penggunaan data.
4. Implementasi dashboard monitoring akses data yang bisa diakses PIC.
PICIT Security Dept Head, Compliance Dept Head, HR Dept Head
Status✅ Accept



📂 Asset: Data Pribadi

🛑 Issue: Kebocoran Data Pribadi

KolomIsi
AssetData Pribadi
IssueKebocoran Data Pribadi
Pelaku AncamanInsider Threat, Outsider Threat
Root Cause1. Tidak ada kebijakan & prosedur pengelolaan data pribadi yang ketat.
2. Kurangnya kesadaran & pelatihan karyawan terkait perlindungan data pribadi.
3. Sistem penyimpanan data tidak terenkripsi & tidak memiliki akses terbatas.
4. Tidak adanya monitoring aktivitas akses data secara real-time.
WCGW (What Could Go Wrong)People: Identitas pribadi karyawan/customer/VIP disalahgunakan.
Operation: Gangguan operasional akibat penyelidikan & pemulihan data.
Business Reputation: Kehilangan kepercayaan publik, tuntutan hukum, denda regulator.
Risiko MelekatPossible — Major — High
Pengendalian Ancaman yang AdaMan:
1. Pelatihan & sosialisasi perlindungan data pribadi kepada seluruh karyawan.
2. Penandatanganan NDA (Non Disclosure Agreement) untuk seluruh pihak terkait.

Method:
1. SOP pengelolaan & permintaan akses data pribadi.
2. Kebijakan Data Privacy & Compliance (misalnya mengikuti GDPR/UU PDP).
3. Prosedur penanganan insiden kebocoran data.

Machine:
1. Sistem penyimpanan dengan enkripsi & segmentasi akses berbasis peran.
2. Monitoring & alert system untuk aktivitas akses data mencurigakan.
Control Dokumen1. Kebijakan Perlindungan Data Pribadi
2. SOP Pengelolaan Data Pribadi
3. NDA untuk karyawan/vendor
4. Laporan Audit & Monitoring Data Access
5. Dokumen Respons Insiden Data Breach
Risiko ResidualUnlikely — Moderate — Moderate
Kerawanan1. Sebagian besar data pribadi belum terenkripsi.
2. SOP belum sepenuhnya disosialisasikan ke semua unit kerja.
3. Tidak semua vendor pihak ketiga memiliki NDA aktif.
Risiko yang DiharapkanRare — Minor — Low
Rencana Penanganan Risiko1. Enkripsi seluruh data pribadi pada sistem penyimpanan & backup.
2. Penegakan kebijakan “need to know” untuk semua akses data.
3. Audit kepatuhan vendor terhadap NDA & kebijakan perlindungan data secara periodik.
4. Latihan simulasi respons insiden kebocoran data minimal 1x per tahun.
PICIT Security Dept Head, HRGA Dept Head, Compliance Dept Head
Status✅ Accept

Tidak ada komentar:

Posting Komentar